Senin, 17 Agustus 2009

Pengertian Internet dan Intranet

Pengertian internet

Internet adalah suatu jaringan antar komputer yang saling terhubung dengan media penghubung, misalnya satelit atau frekuensi radio, sehingga komputer tersebut dapat saling berkomunikasi.

Pengertian intranet

Intranet adalah suatu jaringan antar komputer yang sama seperti jaringan internet tetapi mempunyai batasan untuk diakses oleh umum. Secara umum intranet hanya dimiliki oleh perusahaan dan tidak dapat diakses secara bebas.

Rabu, 25 Februari 2009

Pendidik bijaksana

Ada seorang Budak yang ingin menasehati majikannya dimana majikannya ini seorang yang kejam, pemarah dan bengis. Dipikirnya beberapa cara untuk menasehati majikan tapi tidak menyinggung perasaanya. Suatu saat ada kesempatan yang baik yaitu ketika majikannya minta bantuan untuk menyembelih sapi. "Hai Fulan tolong potong sapi ini dan saya minta dua potong daging yang paling baik", kata majikannya. Kemudian dipotong sapi itu dan majikannya diberi sepotong Hati dan Sepotong Mulut (cingur). Kemudian suatu saat majikannya menyuruh lagi untuk memotong sapi dan berkata: "Hai Fulan tolong potong sapi ini dan saya minta dua potong daging yang paling jelek", kata majikannnya. Kemudian dipotong sapi itu dan majikannya diberi sepotong Hati dan Sepotong Mulut (cingur) lagi. Kemudian Majikan marah kepada si Fulan. "Hai Fulan apa maksudmu aku minta dua potong daging yang paling baik, aku kamu beri hati dan mulut, lalu aku minta daging yang paling jelek juga kamu kasih hati dan mulut"? Si Fulan dengan tenang menjawab, "Begini tuan orang itu dilihat orang lain baik atau dilihat orang lain jelek itu bisa dilihat dari hati dan mulutnya". Akhirnya sang majikan sadar bahwa selama ini dia kurang baik perilakunya, dan mulai saat itu dia baik kepada siapapun.

Senin, 15 Desember 2008

Mengatur Waktu

Waktu diibaratkan pedang, begitulah pepatah Arab menyatakan. Siapa yang tidak dapat menggunakan waktu dengan baik maka akan tergilas oleh zaman. Dalam hidup manusia selalu dihadapkan dengan waktu, seakan-akan waktu yang tersedia tidak cukup untuk kegiatan sehari-hari. Namun kita jangan sampai terlena oleh waktu, kapan waktu untuk bekerja, kapan waktu untuk istirahat, kapan waktu untuk keluarga dan yang paling penting kapan waktu untuk membaktikan diri kepada Allah. Kegiatanku aku mulai pada pukul 04.00 Wib (itu kalau bangun) meskipun alarm waktu aku stel jam 04.00 wib, tapi kadang-kadang rasa malas dan capek juga timbul. Kalau tidak malas ku awali hariku dengan Sholatul lail, terus dilanjutkan dengan ke Mushollah untuk melaksanakan sholat Subuh. Setelah itu aku juga membantu istri untuk mencuci bahkan kadang-kadang memandikan si kecil yang kini usianya 1,5 tahun. Setelah selesai kurang lebih jam 06.00 wib aku mandi dilanjutkan makan pagi dan berkemas-kemas untuk berangkat ke sekolah. Maklum sekolah tempat dinasku dekat dengan rumah, sehingga dapat aku tempuh dalam waktu 5 menit. Jam 06.45 wib jam pelajaran di sekolah sudah mulai sampai jam 12.00 wib. Alhamdulillah di sekolah tempatku dinas meskipun sekolah negeri, guru-gurunya banyak yang Sholata berjamaah Dhuhur setelah jam pelajaran usai dan aku usahan akupun ikut terlibat di dalamnya. Setelah itu aku manfaatkan waktuku kurang lebih 1 jam di sekolah untuk membuka-buka internet. Jam 13.00 biasanya aku pulang dan alangkah bahagianya kalau pulang disambut dengan si kecil yah... yah... aku gendong dia sambil membawa tas berisi buku-buku. Kadang-kadang sambil makan siang aku suapin dia, maklumlah si kecil ini makannya sangat sulit sekali. Seminggu yang lalu aku coba untuk membelikan susu curcuma untuk menambah nafsu makan dan juga aku belikan vitamin. Dan alhamdulillah kelihatannya sudah ada perubahan dalam makannya. Kalau dulu melihat nasi keliahatannya enggan, namun sekarang mulai mau, meskipun sedikit satu sendok makan orang dewasa. Tak terasa cenkramah dengan anak-ku (Maklum anak-anakku tidak ada yang suka tidur di siang hari) waktu Sholat Ashar tiba. Anakku yang pertama dan kedua sudah harus berkemas-kemas menuju tempat ia mengaji Al-Qur'an. Begitu tiba waktu Sholat Maghrib dan Isya', aku mengusahakan mengajak anakku ke Musholla untuk berjamaah. Dilanjutkan Nyinauni mereka berdua, namun kalau timbul malas kedua anakku mereka tak mau sinau tapi mereka tidur. Jam 21.30 setelah melihat dunia dalam berita, aku usahan untuk istirahat (tidur) untuk memulihkan tenagaku untuk kegiatan esok hari.

Kamis, 24 Juli 2008

BASORI ALWI: Bekerja Tanpa Stressss

BASORI ALWI: Bekerja Tanpa Stressss

Bekerja Tanpa Stressss

Bekerja adalah kebutuhan untuk melangsungkan kehidupan, tapi bagaimana agar kita bekerja dengan rasa rileks, tanpa stress maka niat kita mari kembalikan bahwa Bekerja untuk beribadah dan berikut tips agar bekerja tanpa stress. Baca Selengkapnya ......

Minggu, 08 Juni 2008

Mutiara

DISIPLIN
Disiplin itu Tahu
Tahu Waktu
Kapan saatnya bicara
Kapan saatnya diam
Kapan saatnya belajar
Kapan saatnya istirahat

Disiplin itu Tahu
Tahu Tempat
Dimana dia beribadah
Dimana dia berjalan
Dimana dia berdiri
Dimana dia berada

Disiplin itu Tahu
Tahu Diri
Siapa dirinya
Dia adalah makhluq
Tiada daya selain dari-Nya
Siapa yang memilikinya
Dia adalah yang kholiq Alloh SWT

Minggu, 11 Mei 2008

Rencana Kenaikan BBM

Naiknya harga minyak dunia membawa dampak yang berlipat ganda khususnya bagi perekonomian Indonesia. APBN-defisit gara-gara naiknya harga minyak dunia, namun ada satu hal yang selalu menjadi tanda tanya di benak saya. Indonesia adalah anggota OPEC yang notabene adalah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Kalau Indonesia pengekpor minyak tentunya dengan kenaikan BBM dunia maka Indonesia akan Surplus pendapatannya dengan mengekspor minyak ke luar negeri. Apakah hal seperti ini sekarang sudah berbalik arah yang tadinya Indonesia Pengekspor Minyak menjadi Pengimpor Minyak? Padahal saya orang awam melihat kilang-kilang minyak di Indonesia banyak sekali. Apakah kilang-kilang minyak yang ada di Indonesia sudah bukan milik Indonesia lagi? (sudah menjadi milik asing/privatisasi). Sungguh diluar akal sehat kenapa Indonesia yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya minyak yang melimpah harus jatuh ke tangan asing? Kalau toh pemerintah tidak bisa mengolah minyak yang ada dalam perut bumi Indonesia, mestinya bukan dijual murah pada bangsa asing. Tapi Biayai pendidikan di Indonesia untuk mencetak ahli-ahli dalam bidang perminyakan yang nantinya dapat mengolah sumber daya minyak di Indonesia.
"Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" itu kalau tidak salah saya dengar dalam UUD 1945 apakah pasal tersebut sudah diamandemen sehingga kekayaan alam yang ada di Indonesia sekarang bukan untuk kemakmuran rakyat, tapi untuk kemakmuran bangsa asing!
Untuk itu saya punya solusi agar sama-sama menguntungkan semua pihak:
1. Gali sumber daya alam / Sumber minyak dan kelola sendiri, saya yakin bangsa ini masih banyak yang pandai, hanya belum termanfaatkan dengan baik.
2. Hentikan penjualan aset-aset negara kepada asing dengan dalih apapun termasuk privatisasi.
3. Kirim pelajar-pelajar Indonesia untuk belajar di Negara asing bagaimana mengolah sumber daya alam / minyak yang baik.
4. Subsidi kepada rakyat yang tepat sasaran memang masih sangat diperlukan, dalam rangka meningkatkan ekonomi yang berbasis kerakyatan.
5. Tingkatkan pendapatan pajak dari barang-barang mewah.
6. Pemerintah tetap harus berpihak pada rakyat, karena rakyatlah yang sesungguhnya berkuasa di negeri ini.
7. Bangun ekonomi yang berbasis kerakyatan, yang didengung-dengungkan pada waktu kampanye.
8. Terima kasih